Pengelolaan Sumber Daya Alam: Perkebunan
Imperishable Plantation
Apa yang pertama kali anda pikirkan jika mendengar 'Pengelolaan Sumber Daya Alam?' Sebelum itu, kita perlu mengetahui definisi dari sumber daya alam itu sendiri. Sumber daya alam atau disingkat SDA merupakan segala sesuatu yang berasal dari alam, dan dapat membantu manusia dalam memenuhi kebutuhannya.
Sumber daya alam perlu dikelola oleh manusia, dan upaya pengelolaan ini disebut pengelolaan sumber daya alam. Pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga tidak mengorbankan generasi mendatang. Dengan demikian, kita bisa memaksimalkan kemakmuran dan kesejahteraan negara Indonesia.
A. Sumber Daya Alam: Perkebunan
Melalui sumber daya perkebunan, pendapatan dan devisa negara dapat meningkat. Hal ini terjadi karena memang produksi perkebunan memiliki fungsi signifikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam negara maupun luar negara. Hal ini juga bisa dilihat melalui kondisi ekspor Indonesia yang meningkat sebesar 41,88% pada tahun 2021.
Perkebunan juga menyediakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat. Bahkan industri kelapa sawit saja - yang merupakan bagian dari industri perkebunan - sudah menyediakan lebih dari 16.000.000 lapangan kerja untuk tiap rakyat. Prospek kerja perkebunan juga cukup banyak. Hal ini memberikan banyak potensi bagi masyarakat untuk mengembangkan negara. Prospek kerja perkebunan antara lain: konsultan perkebunan, penjamin mutu hasil pertanian, akademisi, dan tenaga pendidik.
Produksi atau hasil perkebunan memiliki kualitas yang cukup tinggi. Dengan demikian, industri perkebunan dapat meningkatkan daya saing negara. Negara dengan daya saing yang tinggi akan memunculkan suatu citra positif di mata investor global. Melalui investor global inilah yang memungkinkan masyarakat Indonesia mengakses peluang investasi yang tidak ada di dalam negeri.
Melalui 3 manfaat di atas, bisa disimpulkan bahwa sumber daya perkebunan dapat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan negara. Selain itu, perkebunan juga bermanfaat secara ekologi terhadap bumi kita. Melalui industri ini penyerapan karbon akan semakin optimal, mengingat lagi betapa besarnya luas areal perkebunan di Indonesia. Di saat yang bersamaan, oksigen juga akan dilepaskan ke atmosfir bumi. Hal ini dapat menanggulangi dampak emisi karbon dan pemanasan global yang sedang marak terjadi.
Perkebunan dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu perkebunan rakyat, perkebunan besar, perkebunan PIR, dan perkebunan UPP. Akan tetapi, secara universal hanya dibagi menjadi 2 yaitu perkebunan rakyat dan besar.
- Perkebunan rakyat, perkebunan ini cenderung bersifat 'tradisional' jika dibandingkan dengan perkebunan besar. Perkebunan rakyat biasanya memiliki modal yang cenderung kecil dan menggunakan peralatan sederhana.
- Perkebunan besar, perkebunan ini lebih modern daripada perkebunan kecil. Modal perkebunan besar cenderung besar, disertai dengan banyak peralatan modern yang digunakan. Biasanya, perkebunan besar dikelola oleh lembaga negara atau badan swasta yang jelas.
- Perkebunan besar memiliki beban bunga yang cukup tinggi, ditambah dengan tenaga kerja yang memerlukan modal besar. Berbeda dengan perkebunan rakyat yang masih menggunakan peralatan tradisional, sehingga beban bunga tidak terlalu tinggi.
- Pengelolaan perkebunan rakyat akan lebih efisien dan optimal dalam waktu kritis (pandemi, perang, dan lain-lain) daripada perkebunan besar. Hal ini terjadi karena perkebunan rakyat biasanya dilakukan oleh kelurga, sehingga dapat mencukupi kebutuhan pangan tiap anggota keluarga.
- Karena perkebunan besar cenderung bersifat global, maka ia beresiko tinggi dalam fluktuasi harga pasaran dunia.
B. Produk dan Pengelolaan Perkebunan
Sama seperti sumber daya alam lainnya, perkebunan memiliki hasil olahan atau produk. Produk perkebunan pada umumnya antara lain: kopi, karet, tebu, kina, lada, cengkeh, dan banyak lagi.
1. Kopi: Kopi berasal dari pegunungan di Etiopia, Afrika. Kopi pertama kali disebarkan oleh bangsa Belanda pada tahun 1696, menjadikan kopi salah satu jenis tanaman yang sudah lama dibudidayakan. Menurut menteri koordinator bidang perekonomian pada tahun 2022, industri kopi meningkat sebesar 250% pada 10 tahun terakhir.
| Olahan biji kopi hitam |
2. Karet: Karet adalah sejenis polimer hidrokarbon yang diolah melalui industri karet. Indonesia merupakan eksportir serta produsen karet terbesar di dunia. Karet sebenarnya berasal dari pengelolaan tanaman karet atau Hevea brasiliensis. Karet dapat diolah menjadi berbagai benda, seperti sepatu, sandal, ban, bola, dan banyak lagi. Akan tetapi, meskipun olahan karet dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, di Indonesia ekspor karet pada tahun 2024 menurun sebesar 7,04%.
| Getah karet |
3. Tebu: Tebu (Saccharum offinicarum) merupakan tanaman yang dikenal dengan rasa manisnya. Rasa manis ini berasal dari batangnya yang mengandung gula berupa glukosa dan fruktosa. Tebu berperan penting dalam industri makanan. Di Indonesia, terdapat sebesar 490.000 hektar lahan yang digunakan untuk penanaman tebu. Pada akhir tahun 2024, pemerintah menargetkan bahwa luas areal penanaman tebu meningkat sebesar 75.000 hektar. Tebu memiliki nilai ekonomis tinggi sebab pengelolaannya dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal memasak seperti gula pasir, ajinomoto, dan lain-lain.
| Lahan tebu |
4. Kina: Kina atau cinchona adalah tanaman penghasil senyawa alkaloid, yang seringkali ditemukan pada jaringan tumbuhan. Senyawa ini bersifat basa dan mengandung atom nitrogen. Dengan demikian, tanaman ini seringkali diolah menjadi bahan-bahan farmasi, kosmetik, dan kimia. Penggunaan kina paling efisien pada masa pandemi COVID-19, sebab kina juga digunakan sebagai bahan obat-obatan.
| Tumbuhan kina (cinchona) |
5. Lada: Lada adalah tumbuhan penghasil biji yang digolongkan ke dalam rempah-rempah. Lada dapat memberikan rasa yang pedas pada suatu makanan. Lada berperan signifikan terhadap perekonomian negara. Bahkan, terdapat hari Lada internasional yang diselenggarakan setiap 16 April. Hanya dalam beberapa tahun, ekspor lada dari dalam negara mencapai 775.000.000 USD. Dampaknya begitu besar hingga Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan perkebunan lada terbesar ketiga di dunia.
| Lada hitam dan lada putih |
C. Lembaga dalam Pengelolaan SDA Perkebunan
1. Lembaga pendidikan: Apakah kamu pernah mendengar mengenai lembaga pendidikan?Lembaga pendidikan adalah lembaga yang mengurus proses pendidikan untuk mengubah tingkah laku individu ke arah yang lebih baik. Lembaga ini berperan untuk mempersiapkan masyarakat untuk nafkah, dengan keterampilan yang diperoleh. Lembaga ini bekerja dengan cara memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada individu agar dapat mengubah tingkah laku seseorang menjadi lebih baik. Agar lembaga ini dapat memberikan peran di perkebunan, maka lembaga ini memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat dan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas seseorang sehingga dapat menjalani kegiatan perkebunan dengan lebih baik.
2. Lembaga agama: Ada juga lembaga agama yang merupakan badan tempat mengembangkan dan membina kehidupan beragama. Peran utama lembaga agama adalah untuk memberikan pedoman bagi manusia untuk berhubungan dengan Tuhan-nya. Lembaga ini bekerja dengan cara mengajarkan prinsip-prinsip dasar tentang apa yang benar dan salah, membimbing individu untuk mengambil keputusan yang bermartabat dan bertanggung jawab. Lembaga agama memiliki peran penting dalam pemanfaatan sumber daya alam, terkhususnya perkebunan, yaitu dengan cara mengajarkan individu untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Dengan demikian, kita bisa lebih peka akan perilaku diri sendiri dalam cara mengelola SDA yang ada.
3. Lembaga keluarga: Lembaga ini terdiri atas unit sosial terkecil, yaitu keluarga. Melalui lembaga keluarga, pengelolaan SDA yang berkelanjutan dapat dilaksanakan dari aksi orang tua. Orang tua akan mengajarkan serta membiasakan anaknya untuk mengelola atau melestarikan SDA yang ada. Hal ini bisa dilihat dari menghemat ketersediaan air, memilah sampah, menanam tanaman, dan lain-lain. Melalui menghemat ketersediaan air, suatu keluarga bisa belajar untuk tidak boros air, karena air adalah komponen yang esensial - dalam kasus ini - bagi tumbuhan kebun. Memilah sampah adalah hal yang penting, supaya tidak mencemari unsur hara baik yang ada di tanah. Dengan demikian kita bisa simpulkan bahwa: melalui lembaga keluarga, sang anak akan didik bagaimana cara menggunakan dan mengelola sesuatu, sehingga pada akhirnya dapat mengelola SDA secara berkelanjutan.
4. Lembaga ekonomi: Lembaga ekonomi pasti tidak jauh kaitannya dengan keuangan negara. Lembaga ini mengatur hubungan manusia dengan pemenuhan kebutuhan negara dan masyarakat. Ini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan ekonomi, seperti produksi, distribusi, dan konsumsi. Pengelolaan SDA sangat tampak pada lembaga ekonomi. Lembaga ini mengelola SDA melalui kegiatan ekonomi, yaitu produksi. Hal ini tampak pada hasil atau produk dari sumber daya perkebunan yaitu cengkeh, kakao, kopi, dan lain-lain. Terdapat aturan dalam lembaga ini yang memungkinkan dilaksanakannya pengelolaan SDA yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, terdapat 12 aturan utama yang tersusun sedemikian sehingga memungkinkan pengelolaan SDA yang berkelanjutan.
5. Lembaga politik: Kata politik berasal dari bahasa Yunani 'polis', yang berarti 'negara.' Jadi, politik terkait dengan aktivitas yang dibuat, dipelihara, dan digunakan untuk masyarakat untuk menegakkan peraturan yang ada di dalam masyarakat itu sendiri. Dengan demikian, lembaga politik adalah perilaku politik yang terpola dalam bidang politik. Seperti lembaga sosial lainnya, lembaga politik juga mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Melalui lembaga politik, keberlanjutan serta keberagaman sumber daya alam akan terjaga karena adanya undang-undang yang mengatur hal tersebut.
D. Perkebunan: Problema
Sumber daya perkebunan tidak terlepas dari problema-problema yang ada. Masalah atau problema yang sedang marak terjadi ialah kurangnya air bersih untuk perkebunan. Hal ini terjadi karena aktivitas manusia yang sering kali membuang sampah sembarangan. Membuang sampah yang dimaksud adalah membuang sampah di suatu ruang perairan. Hal ini menyebabkan pencemaran air.
1. Kurangnya air bersih ini memiliki dampak yang signifikan bagi sumber daya perkebunan. Hal pertama yang akan terjadi adalah turunnya kualitas tanah. Suatu tanah dikatakan berkualitas baik untuk berkebun apabila pH < 7. Hal ini terjadi karena jika pH < 7, maka ion-ion unsur hara akan lebih mudah diserap oleh tanaman. Ion-ion tersebut antara lain: ion magnesium, nitrat, kalium, fosfat, dan kalsium.
2. Akibat dari kurangnya air bersih, kualitas tanah perkebunan juga menurun. Kualitas tanah mempertahankan produktivitas tanaman, mempertahankan, dan menjaga ketersediaan air yang ada. Melalui kualitas tanah yang baik, siklus biologis tanaman perkebunan juga akan paling optimal. Hal ini terjadi karena pertumbuhan tanaman perkebunan yang sangat bergantung pada air. Air berperan signifikan dalam setiap fase pertumbuhan tanaman kebun. Dengan demikian, jika ketersediaan air tercukupi, maka hasil produksi perkebunan juga pasti akan yang paling maksimal dan optimal.
3. Perebutan lahan di perkebunan seringkali menjadi masalah yang kompleks, terutama di daerah yang memiliki potensi agraris tinggi. Daerah dengan agraris tinggi berarti suatu daera memiliki kemampuan yang baik dalam menghasilkan pruduk pertanian dalam jumalah yang besar. Konflik ini biasanya melibatkan berbagai pihak, seperti masyarakat lokal, perusahaan perkebunan, dan pemerintah. Masyarakat adat atau petani setempat seringkali mengklaim tanah tersebut sebagai warisan leluhur atau lahan yang telah lama mereka kelola, sementara perusahaan besar yang memiliki izin resmi dari pemerintah berusaha menguasai lahan tersebut untuk ekspansi perkebunan. Ketidakseimbangan dalam distribusi tanah, minimnya dialog antara pihak terkait. Akibatnya, perebutan lahan ini tidak hanya menimbulkan ketegangan sosial, suatu kegiatan atau kebijakan memiliki dampak pada lingkungan dan ekonomi lokal.
Masalah-masalah di atas dapat ditangani dan ditanggulangi dengan beberapa cara, yaitu sebagai berikut.
- Membuang sampah pada tempat yang seharusnya, bukan di ruang perairan apapun. Hal ini perlu dilakukan supaya kita bisa menghindari tercemarnya air, apalagi air adalah komponen yang krusial bagi sumber daya perkebunan.
- Menggunakan pupuk organik yang berasal dari alam, daripada menggunakan pupuk bahan kimiawi. Hal ini bertujuan supaya kesuburan dan kualitas tanah terjaga. Contoh bahan kimiawi yang sebaiknya tidak digunakan adalah pestisida. Pestisida jika digunakan secara berlebihan, maka akan menyebabkan penurunan tingkat keasaman tanah secara drastis, menyebabkan tanah tersebut tercemar dan kualitasnya menurun.
- Melakukan arbitrase adalah hal yang dapat dilakukan dalam mengatasi perebutan lahan. Arbitrase sendiri merupakan cara penyelesaian masalah yang dilakukan di luar peradilan hukum, yang melibatkan pihak ketiga yang netral sebagai arbiter.
E. Pelestarian Sumber Daya Alam
Penting sekali untuk menjaga dan melestarikan sumber daya alam yang ada, terkhususnya perkebunan. Sumber daya perkebunan sangat berperan penting dalam perekonomian negara, maka dari itu melestarikannya adalah hal yang perlu dilakukan. Melestarikan SDA secara umum memungkinkan kita untuk tinggal di tempat yang nyaman dan sehat. Melestarikan SDA juga memungkinkan habitat yang lebih baik bagi segala makhluk hidup. Selain itu, melestarikan SDA dapat meningkatkan kemampuan psikomotorik kita, karena di dalam pelestarian itu terdapat aksi dan tindakan yang dilakukan. Adapun cara melestarikan sumber daya perkebunan, yaitu sebagai berikut:
- Melakukan reboisasi terhadap tanah yang gundul
- Menggunakan pupuk organik
- Tidak melakukan tindakan pembakaran lahan
"karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia."
~Kolose 1: 16
Referensi:
https://lmsspada.kemdikbud.go.id/mod/resource/view.php?id=81835#:~:text=DAYA%20ALAM%20INDONESIA-,Pengertian%20Sumber%20Daya%20Alam%20(SDA)%20%3A%20Segala%20sesuatu%20yang%20ada,sumber%20daya%20tambang%20dan%20mineral
https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20231003102948-569-1006423/klasifikasi-sumber-daya-alam-berdasarkan-sifat-potensi-dan-jenisnya
https://akupintar.id/belajar/-/online/materi/modul/8/ips/kondisi-geografis-dan-pelestarian-sumber-daya-alam/peran-lembaga-sosial-dalam-pemanfaatan-sumber-daya-alam-dan-manusia/143692168#:~:text=Lembaga%20agama%20memiliki%20peran%20penting,lain%2C%20dan%20lingkungan%20alam%20sekitarnya.
https://www.google.com/search?q=definisi+lembaga+agama&sca_esv=ee61b556728f00f2&sca_upv=1&ei=1UDhZuPkOZu84-EP2_m8uQE&ved=0ahUKEwijo8K8qbqIAxUb3jgGHds8LxcQ4dUDCA8&uact=5&oq=definisi+lembaga+agama&gs_lp=Egxnd3Mtd2l6LXNlcnAiFmRlZmluaXNpIGxlbWJhZ2EgYWdhbWEyBRAAGIAEMgYQABgWGB4yBhAAGBYYHjIKEAAYFhgKGB4YDzIIEAAYFhgeGA8yCBAAGIAEGKIEMggQABiABBiiBDIIEAAYgAQYogQyCBAAGIAEGKIESOJpUMkdWN5acAh4AJABAJgBZ6ABhw-qAQQyMi4xuAEDyAEA-AEBmAIeoALVD6gCFMICChAAGLADGNYEGEfCAh0QABiABBi0AhjUAxjlAhi3AxiKBRjqAhiKA9gBAcICFhAuGAMYtAIY5QIY6gIYjAMYjwHYAQLCAhYQABgDGLQCGOUCGOoCGIwDGI8B2AECwgILEAAYgAQYkQIYigXCAgsQLhiABBiRAhiKBcICERAuGIAEGLEDGNEDGIMBGMcBwgILEAAYgAQYsQMYgwHCAhQQLhiABBixAxjRAxiDARjHARiKBcICCBAuGIAEGNQCwgIOEAAYgAQYsQMYgwEYigXCAgUQLhiABMICCBAAGIAEGLEDwgITEAAYgAQYkQIYsQMYigUYRhj5AcICLRAAGIAEGJECGLEDGIoFGEYY-QEYlwUYjAUY3QQYRhj5ARj0Axj1Axj2A9gBA8ICChAAGIAEGEMYigXCAgcQABiABBgKmAMHiAYBkAYIugYECAEYB7oGBggCEAEYCroGBggDEAEYE5IHBDI3LjOgB8GaAQ&sclient=gws-wiz-serp
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7114865/mengenal-7-potensi-sumber-daya-alam-di-indonesia
https://stitdukotabaru.ac.id/ejournal/index.php/darululum/article/download/67/59/#:~:text=Menurut%20Prof.%20Dr.%20Umar%20Tirtarahardja,yaitu%20keluarga%2C%20sekolah%20dan%20masyarakat.
https://www.kompas.com/skola/read/2020/06/30/191500869/lembaga-keluarga-pengertian-peran-dan-fungsi
https://infopublik.id/kategori/nasional-ekonomi-bisnis/613996/kopi-ikut-andil-dalam-perekonomian-indonesia
https://sdlp.bsip.pertanian.go.id/berita/kaya-akan-potensi-lahan-ini-upaya-indonesia-untuk-capai-swasembada-gula
https://fkip.umsu.ac.id/pengertian-dan-fungsi-lembaga-pendidikan/#:~:text=Lembaga%20pendidikan%20memiliki%20fungsi%20yang,laku%20seseorang%20menjadi%20lebih%20baik
https://ditjenbun.pertanian.go.id/tak-heran-komoditas-perkebunan-selalu-berhasil-dongkrak-devisa-negara-terbukti-solusi-tepat-hadapi-krisis-pangan-global/
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210506174918-92-639608/industri-sawit-diklaim-buka-16-juta-lapangan-kerja
https://bskdn.kemendagri.go.id/website/agar-kompetitif-industri-perkebunan-didorong-kembangkan-riset/
https://disbun.kaltimprov.go.id/artikel/mengenal-budidaya-lada
https://lindungihutan.com/blog/mengenal-lebih-dalam-cengkeh/
https://repository.ar-raniry.ac.id/28224/1/PDF%20Buku%20Manajemen%20Lembaga%20REVISI%201.pdf
https://www.kompasiana.com/sae/56e235b840afbd250dae130c/masalah-krusial-sektor-perkebunan
https://www.kemendag.go.id/berita/pojok-media/hari-lada-internasional-2023-kemendag-dorong-inovasi-produk-lada-bernilai-tambah-1681700689
https://kesbangpol.babelprov.go.id/content/bidang-politik-dalam-negeri#:~:text=Bidang%20Politik%20Dalam%20Negeri%20mempunyai,di%20Bidang%20Politik%20Dalam%20Negeri.
https://akupintar.id/belajar/-/online/materi/modul/8/ips/kondisi-geografis-dan-pelestarian-sumber-daya-alam/peran-lembaga-sosial-dalam-pemanfaatan-sumber-daya-alam-dan-manusia/143692168#:~:text=Melalui%20undang%2Dundang%20yang%20berhubungan,pemanfaatannya%20dilakukan%20secara%20bertanggung%20jawab.
Cilla - Hans - Casey - Daphyn
Comments
Post a Comment